Archive

Archive for May, 2007

Hikayat Sebuah Kapal

kawan
aku akan bercerita
cerita?
tentang apa?
tentang sebuah kapal
kapal? ada apa dengan kapal?

Hmmm… ada pelajaran yang bisa kita ambil dari kapal
Begini…
di suatu pagi yang cerah
di mana burung-burung camar beterbangan dengan gemulai mengikuti permainan hembusan fluida bergerak yang bernama angin.
di lautan lepas nan biru
di mana langit pun mengharu biru akibat scattering
tampaklah sebuah kapal layar berbendera mirip bendera Inggris?

Oooo…bukan bendera Inggris, tetapi bendera dengan konstelasi crux
Bendera apakah gerangan?
Tak jelaslah aku memandangnya…
Kapal ituh nak’ jauh di pelupuk mata…
Awak tunggu saja di sini
Biar bayu membawa sang Kapal kemari…

(Semilir angin pun berhembus membawa sang kapal keharibaan awak)

Kapal itu kecil jika berbanding dengan kapal lainnya…
Tapi ada yang berbeda di balik rupanya nan imut, kecil, dan rupawan
Anggun tapi tak terlihat, kecil namun berisi, kuat? tapi seperti rapuh?
Hmm, awak tertarik dengan sang nahkoda…Siapakah gerangan?
Awak pun ingin menumpang kapal itu…

“Woooi, Bagindo Nahkoda…bolehkan Awak naik melihat-lihat bersama Paduka!”
Sang nahkoda pun berkata:” Bolehlah, tak ada yang melarang! Silakan naik Anak Muda!”
Awak pun naik dan rupa sang kapal pun tampaklah jelas.
Tiga buah layar berkibar dengan bersemangat
Sebuah bendera pun ikut-ikutan berkibar, bendera berkonstelasi crux
Rupanya fluida tak kasat mata ini boleh juga dalam hal semangat..
Lantas, pandangan awak pun menyapu setiap sektor dari arah jam satu ke arah jam satu lagi dengan arah perputaran counterclockwise.
maka terdapatlah lunas kapal, buritan, haluan, geladak, dek, kabin, tambang, jangkar…
Matrial pembentuknya pun beragam: kayu, besi, aluminium, baja, rotan, plumbum, dan apalagi aku tak tahu namanya.

Sang nahkoda memperhatikan tingkah laku awak dan ia pun berkata:
” Anak Muda, liatlah sekeliling. Apa yang Kau lihat? Kapal mungil ini ternyata kompleks bukan? Coba Anak pikir, andai kapal ini hanya kayu saja, atau hanya besi saja, atau hanya jangkar saja, atau hanya layar saja, atau hanya tambang saja! Apakah bisa kita sebut kapal?
Benda ini bisa disebut kapal karena perbedaan-perbedaan yang ada. Masing-masing perbedaan diposisikan untuk membuat kekuatan. Sang layar pun akhirnya dapat berkibar, sang jangkar pun dapat mencakar dengan kuat saat diperlukan, dan sang kapal pun akhirnya dapat kita sebut kapal karena matrialnya diposisikan menjadi kapal. Tapi ingat, sang kapal juga perlu nahkoda. Nahkoda yang berupa visi. Kita pun bisa mengantar dan diantarkan olehnya.”

Awak pun bertanya pada sang nahkoda:” Bolehkan Awak ikut berlayar?”
Bagindo nahkoda pun menjawab: “Ooo, tentu boleh Anak Muda, tapi Kau harus berjanji dahulu,berjanji pada dirimu sendiri, bahwa kita akan berproses, bahwa kita akan saling belajar, bahwa kita akan membuat perubahan bersama, bahwa kita akan mengakui perbedaan, bahwa dengan perbedaan itu kita bisa membuat kekuatan, bahwa dengan kebersamaan kita bisa berlayar bersama. Bila Anak Muda melihat sesuatu yang belum sempurna, maka sempurnakanlah. Bila Anak Muda melihat sesuatu yang kurang, maka lengkapilah. Bila Anak Muda menemukan kerusakan, maka perbaikilah…
Mari kita berlayar menyibak misteri semesta bersama
Sanggupkah Kau berjanji wahai Anak Muda…?”

Awak pun terdiam….Akankah awak akan berjanji..? Berjanji pada diri sendiri..?
Sang nahkoda pun bertanya: “Kami menunggu jawabanmu wahai Anak Muda, untuk mengganti kata KAMI menjadi KITA…”

 

Pengembara Malam

Bandung, 13 Maret 2004

Categories: Sastra

Hello world!

May 20, 2007 1 comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories: Uncategorized