Home > Sastra > Benderaku

Benderaku

bendera itu masih berkibar
walaupun aku sudah bukan berada di dalamnya
tapi aku berusaha menegakkanmu
memberikan kesempatan yang muda merasakannya
ia ialah simbol dari sebuah idealisme
sepetak ladang perjuangan yang penuh dengan ranjau
kalau kau sendirian, kau tidak akan bisa
kamu harus bersama-sama
karena itu adalah purwarupa dari kehidupan sebenarnya
sebuah hidup yang saling bekerjasama
agar kita bisa bekerja nantinya
bekerja yang membuat kita hidup
bukan perulangan rutinitas
yang membuatmu mati perlahan-lahan

tetaplah berkibar wahai benderaku
bendera yang mengingatkanku
pada kebersamaan dan keyakinanku
bahwa meski kita kecil
kita bisa menunjukkan eksistensi kita
kalau kita mau bersama-sama
karena kalau bukan kita
siapa lagi?

Pengembara Malam
Bandung, 25 Juni 2007

Advertisements
Categories: Sastra
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: